oleh

Dalami Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Muratara, Lima Orang Saksi Diperiksa Kejari

Lubuklinggau, SUMSELGO – Kejaksaan Negeri Kota Lubuklinggau, melakukan pemeriksaan lima orang saksi terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), senilai Rp 9,2 Milyar pada tahun anggaran 2020.

Pemeriksaan ke lima orang saksi tersebut dilakukan pada Senin (17/1/2022), bertempat di Kejari kota Lubuklinggau.

Kepala Kejari Lubuklinggau, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Yuriza Antoni, SH saat diwawancarai media ini melalui sambungan telpon, membenarkan pemeriksaan lima orang saksi.

Dijelaskan Yuriza Antoni, ke lima orang tersebut diantaranya dua orang staf Bawaslu kabupaten Muratara dan tiga orang bendahara Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), yakni Panwascam Karang Jaya, Kecamatan Rupit dan kecamatan Ulu Rawas.

“Terkait materi pemeriksaan tidak bisa kita publikasikan yang jelas apa yang mereka ketahui itu yang akan jadi catatan bagi kami kasi pidsus,” katanya.

Pihaknya akan terus mendalami kasus dugaan pidana korupsi dana hibah Bawaslu Kabupaten Muratara. Terkait jumlah kerugian negara, pihak Kejari Lubuklinggau, terus berkoordinasi dengan BPKP Provinsi Sumsel.

“Saya sekarang lagi di BPKP provinsi Sumsel. Setelah selesai pemanggilan dan pemeriksaan lima orang saksi hari ini (kemarin, red) besok kita panggil pemeriksaan empat bendahara Panwascam yang lainnya,” tukasnya.

Sementara, saat dimintai tanggapan terkait masalah itu, Koordinator Sekretarit (Korsek) Bawaslu Sumsel, Rachmat Fauzi sudah sering mengingatkan untuk melengkapi laporan pertanggungjawaban.

“Masalah tersebut, sudah masuk ranah penyidikan Kejari Lubuklinggau, kami tidak ikut campur dalam hal ini. Namun, sedari awal sudah saya ingatkan kepada Korsek Bawaslu Muratara untuk melengkapi laporan pertanggung jawaban,” ungkapnya saat dihubungi via telpon. (mil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed