oleh

Ternyata Selama Ini Mantan Sekwan PALI Arif Firdaus Bersembunyi Disini, Profesinya Pun Berubah

PALI, SUMSELGO – Arif Firdaus, terpidana kasus korupsi pengelolaan dana pada Sekretariat DPRD Kabupaten PALI, tahun anggaran 2017 ternyata selama ini bersembunyi di salahsatu Pondok Pesantren yang ada di Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.

Hal itu terungkap, dari penjelasan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI, Agung Arifianto, SH MH ketika dijumpai sejumlah media belum lama ini.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa, terpidana diamankan berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor : R-207/L.6/Dti/01/2021 dan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan dari Kepala Kejaksaan Negeri PALI No.Print 90/L.6.22/Fu.1/01/2022, pada Selasa tanggal 8 Februari 2022 sekira pukul 22:30 WIB, di Jawa Barat.

“Yang bersangkutan bekerja sebagai juru masak disalah satu Ponpes, dan diamankan di rumah terpidana yang ditempati bersama istri dan keempat anaknya, saat diamankan terpidana tanpa perlawanan,” jelasnya.

Ia memastikan akan melakukan pengembangan terhadap kasus korupsi dalam pengelolaan belanja daerah di Sekretariat DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tahun anggaran 2017 yang merugikan negara sebesar Rp 6.115.822.424.

“Sesuai keterangan yang bersangkutan, terpidana berjanji akan membuka pihak-pihak yang benar-benar menikmati aliran dana sebesar 6,1 miliar tersebut, dan InsyaAllah akan dilakukan pengembangan untuk perkara tersebut,” ungkap Agung,

Selain itu, Kajari PALI, akan melaksanakan sesuai aturan dan proses hukum yang berlaku. “Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru, dan akan kita laksanakan sesuai aturan hukum yang belaku,” pungkasnya.

Sebelumnya, tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumsel, Jaksa Eksekutor dibantu Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI, berhasil menangkap mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) PALI, Arif Firdaus, dari persembunyiannya, setelah satu tahun lebih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ia diamankan di sebuah rumah Kampung Babakan Pameungpeuk, Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Terpidana yang telah divonis hukuman 15 tahun penjara, juga dikenakan denda sebesar Rp500 juta, subsider 10 bulan, dan uang pengganti sekitar Rp 6,115 miliar melalui sidang in absentia pada Juli 2021 lalu, dan saat ini telah diamankan di Lapas Pakjo kota Palembang. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed